Desember 27, 2009

Memahami LAP (Language-Action Perspective) dalam Konteks Pragmatic Web: Pengenalan

Language-Action Perspective pertama kali dicetuskan oleh Flores dan Ludlow (Flores, et.al - 1980). Pada saat itu, masih terdapat anggapan konvensional bahwa bahasa hanya merupakan alat untuk pertukaran komunikasi yang semata-mata hanya merupakan transmisi dari informasi dan simbol. Penelitian Flores dan Ludlow membuka kemungkinan bahwa bahasa tidak hanya digunakan sebagai alat pertukaran informasi tetapi juga untuk melakukan aksi (itu sebabnya, hal ini disebut sebagai Language-Action Perspective) seperti halnya dalam janji, perintah, permintaan, deklarasi, dan lain-lain. Aksi-aksi tersebut merupakan bangunan dasar dari komunitas dan organisasi dan harus dipahami dengan baik terutama dalam konteks pengembangan sistem informasi serta organisasi yang efektif.

Pragmatic Web mempunyai akar dari LAP. Pada dasarnya, Pragmatic Web merupakan salah satu dari 3 komponen utama aplikasi web yang lengkap dan kompleks berikut ini:
  1. Syntactic Web, merupakan komponen dari aplikasi web yang lebih berkaitan dengan sintaks dari halaman web. Tentu saja pada bagian ini akan lebih ditekankan unsur view dari aplikasi web. HTML, CSS, JavaScript, AJAX, dan sejenisnya sebenarnya merupakan unsur utama dari Syntactic Web.
  2. Semantic Web, merupakan komponen dari aplikasi web yang berkaitan dengan isi dari web. Semantic Web lebih menekankan pada teknologi untuk mendefinisikan data secara terstruktur (XML - RDF). Komponen utama dari teknologi ini adalah ontologi. Ontologi mendefinisikan jejaring semantik dari konsep, keterkaitan, dan aturan untuk mendefinisikan arti dari suatu resource.
  3. Pragmatic Web, merupakan komponen yang berkaitan dengan konteks (context) dari suatu resource web. Konteks merupakan hal yang sangat penting dan menentukan terjadinya suatu kesepahaman bersama antara pihak-pihak yang terlibat. Tidak akan ada suatu kesepakatan tanpa adanya kesepahaman konteks. Suatu kalimat yang diuraikan bisa saja mempunyai hasil yang berlainan jika ditempatkan pada konteks yang lain. Pada dasarnya konteks terbagi menjadi konteks umum dan konteks individual.
Dari hal ini, sebenarnya bisa dilihat mengapa Pragmatic Web mempunyai akar dari LAP. LAP berkonsentrasi pada konteks dari bahasa / simbol yang digunakan. Jika diterapkan pada aplikasi web yang telah tersedia semantik-nya, maka riset dibidang LAP ini bisa digunakan untuk mendefinisikan konteks dari aplikasi web.

Masih banyak yang bisa dipelajari dan ditulis berkaitan dengan LAP dan Pragmatic Web. Let's see.

Referensi

Flores, F., and Ludlow, J. "Doing and Speaking in the Office," in: Decision Support Systems:Issues and Challenges, G. Fick and R.H. Sprague (eds.), Pergamon Press, New York, 1980, pp. 95-118.


Aldo de Moor, Patterns for the Pragmatic Web, http://growingpains.blogs.com/home/2005/08/patterns_for_th.html.